Wahai putriku,saya adalah seorang laki-laki yang sudah kenyang dengan pengalaman hidup.Maka ambillah nasehatku, nasehat dari seorang bapak yg penuh kasih sayang dan sangat menginginkan kebaikkan serta mencita-citakan keluhuran derajat untukmu. Ini adalah nasehat dari orang yg selalu memandang bahwa kehormatan,kesucian dan keluhuran anak putrinya adalah harta yg termahal daripada dirinya sendiri.
Demi Allah,wahai putriku,inilah ungkapan hati setiap bapak kepada putrinya yg tersayang,maka ambil dan terimalah serta renungkan lah dalam hati kecilmu,karena aku merasakan ada anak panah yg siap menembus kesucian dirimu. aku telah mengamati ada perangkap yg siap menjeratmu,aku telah melihat ada pasukan berani mati yg siap mencabik-cabik baju kehormatanmu,aku memandang bahwa telah ada serigala yg siap memangsamu. Aku telah merasakan hati yg penuh dengan belas kasih sudah mulai kering dan membatu,aku melihat mata yg penuh dg air mata sudah mulai mengering, aku telah melihat adanya perbedaan yg sangat jauh antara isi hati dengan ungkapan wajah dan aku melihat nama2 yg indah penuh dg kedustaan.
Mereka ayunkan langkah pertamanya kepadamu kemudian mengajakmu agar engkau melanjutkan perjalanan sendiri. Jika bukan karena kelunakkanmu maka mereka tidak akan mungkin mengulangi lagi dan kalaulah bukan karena kerelaanmu tidak mungkin mereka berani mencoba lagi. Engkau sendiri yg membukakan pintu kesempatan buat mereka pada saat mereka mengetuknya, namun pada saat mereka menyambar dirimu, engkau berteriak minta tolong. Kalaulah engkau senantiasa menjaga pintu itu dan mereka melihatmu bersikap tegas dan terus berpaling,maka tiada seorangpun dari serigala itu yg berani mendekati pagar yg kokoh itu.
Apa yg aku uraikan merupakan kisah nyata dan kebenaran hakiki,barangsiapa menolak maka hati kecilnya yg membantahnya, dalam hati kecil setiap insan ada bisikkan hakikat kebenaran yg tidak mungkin diingkari. Hubungan cinta kaum remaja hanya sekedar kelaparan seksual. Bisakah dipercaya bila orang yg kelaparan bersumpah tidak akan makan makanan yg sudah siap di atas meja makan dan hanya akan memandang atau hanya mencium aroma makanan dari jauh hingga bisa merasakan makanan?
Di antara remaja wanita merasa hatinya berbunga-bunga dan khayalan terbang ke angkasa merindukan kelembutan cinta dan kemesraan dan kemesraan serta romantika hidup dari sang serigala, tetapi setelah menghisap madu dan bunganya layu dicampakkan begitu saja. Remaja wanita itu berkata, “jikalau aku diminta menulis ungkapan untuk mengenang cinta lama setelah patah hati maka aku tidak akan bisa menulis bahasa cinta walaupun diatas secarik kertas dan tidak satu huruf janji palsunya, ikrar dustanya dan cintanya yg penuh dg kemunafikkan tidak layak untuk dikenang atau dirayakan. Engkau telah menghisap ketenanganku sehingga aku terpaksa lari dari istanaku, aku harus meninggalkan kenikmatan yg luas dan kehidupan yg tentram menuju ke tempat hunian baru yg tidak kenal dg seorangpun, engkau telah membunuh ayah dan ibuku sementara ia sudah mati dan saya kira keduanya meninggal karena kehilanggan diriku, putus asa untuk bertemu dg ku,hatiku tercabik-cabik, masa depanku terasa suram untuk ku melangkah, kutakut tuk di dekati lagi dan dunia menjadi sempit serta aku hanya berharap kematian.” (Kitab An-Nadzaraat, karya Al-Manfaluthi).
Sekarang sudah saatnya bagimu untuk memilah dengan seksama dan memilih secara hati-hati orang yg menginginkanmu. Bila engkau bersikap tegas akan disegani. Bila engkau bersembunyi akan dicari. Bila engkau terbuka karena permintaan orang niscaya engkau akan terhina,karena setiap yg terbuka pasti akan terhina. Sudah saatnya engkau tegas mempertahankan hijabmu,kesucianmu,kegadisanmu dan kehormatanmu.
Wahai putriku,nasehatku ini aku persembahkan untukmu,sebuah nasehat dari orang yg sangat berharap atas kebaikkan bagi dirimu dan menginginkan kesuksesan masa depanmu. Jagalah benar2 kehormatanmu,kesucianmu,harga dirimu dan kehormatan keluargamu.
